Back to homepage

PROMOTING HUMAN RIGHTS, PEACE AND DEMOCRACY IN INDONESIA

111 Northwood Road, Thornton Heath, Surrey CR7 8HW, UK
Tel +44 (0)20 8771 2904 Fax +44 (0)20 8653 0322
Email tapol@gn.apc.org Website http://www.tapol.org

 

< PRESS RELEASES

TAPOL: the wars in Aceh and Afghanistan must stop

Military operations in West Papua should end

[Translation into Bahasa Indonesian follows below]

8 November 2001

It was announced today in Jakarta that the Indonesian government has taken a new diplomatic initiative to end the US bombing in Afghanistan. President Megawati Sukarnoputri instructed the Indonesian ambassador in London to urge Prime Minister Tony Blair to persuade the Bush administration to call a halt to the bombing for the Muslim fasting month of Ramadhan which commences on 17 November. Ambassador Nana Sutresna said that Indonesia, which has the largest Muslim population in the world, wants ‘a humanitarian pause’ to be declared during Ramadhan’.

However, ten days ago, President Megawati issued a presidential decree instructing the Indonesian armed forces to continue with their operations in Aceh. Aceh is located on the northern tip of Sumatra. Since the first presidential decree for military operations was issued in April this year, the troops have intensified their operations, resulting in a sharp escalation in the level of violence. As many as a thousand people have been killed since then, the vast majority of whom were non-combatants. While civilian deaths have been mounting in Afghanistan as a result of the US bombing, even more civilians have been killed in Aceh as a result of the continuing violence perpetrated largely by the Indonesian armed forces, in their efforts to crush GAM, the Aceh Freedom Movement.

Carmel Budiardjo of TAPOL said: ‘We strongly support these moves to end the bombing in Afghanistan but Indonesia should set an example by halting military operations in Aceh. The vast majority of Acehnese are devout Muslims and will be fasting, along with tens of millions of Muslims in the rest of Indonesia, during Ramadhan. They too are entitled to be free from hostilities during that sacred Muslim month and thereafter’.

TAPOL calls for all non-organic Indonesian troops to be withdrawn from Aceh, paving the way for demilitarisation so as to allow the conflict to be resolved by peaceful means.

War has been raging in Aceh for years, resulting in many thousands of casualties. In the past twelve years, thousands have been killed of have disappeared, women have been raped and children orphaned. Yet ever since the days of the Suharto era, no Indonesian government has shown a real willingness to stop the bloodshed. In June 2000, the two sides in the conflict agreed to a ‘humanitarian pause’ - the term that Jakarta now wants to apply to Afghanistan - but the level of killings continued. In January this year, the two sides agreed to conduct a ‘political dialogue’ but before this decision could take effect, GAM negotiators were arrested in a serious breach of faith. Although they are no longer being held, they now face charges of ‘treason’ while the violence continues unabated.

Widespread military operations are also underway in West Papua, the most easterly part of Indonesia. TAPOL warns that if these military operations are not halted forthwith, the situation there could escalate into a situation of war as now exists in Aceh.

ENDS

--

PEPERANGAN DI ACEH DAN DI AFGHANISTAN MESTI DIHENTIKAN

OPERASI MILITER DI PAPUA BARAT MESTI DIAKHIRI

8 November 2001

Diumumkan di Jakarta hari ini bahwa Pemetintah Indonesia telah mengambil inisiatif diplomasi baru untuk mengakhiri pemboman Amerika Serikat atas Afghanistan. Presiden Megawati Sukarnoputri telah memberi instruksi kepada Duta Besar Indonesia di London supaya mendesak Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk mempengaruhi Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Bush, untuk menghentikan pemboman terhadap Afghanistan dalam bulan Ramadhan yang akan bermula pada 17 November ini. Duta Besar RI untuk Inggris, Nana Sutresna, berkata bahwa Indonesia, yang mempunyai penduduk Islam paling ramai di dunia, menghendaki supaya satu periode 'jeda kemanusiaan" dinyatakan berlaku dalam bulan Ramadhan yang akan datang ini.

Namun demikian, sepuluh hari yang lalu, Presiden Megawati telah mengeluarkan sebuah Instruksi Presiden yang memerintahkan Angkatan Bersenjata RI untuk meneruskan operasi-operasinya di Aceh. Sejak diberlakukannya Inpres operasi militer pertama terhadap Aceh pada bulan April yang lalu, tentera Indonesia telah meningkatkan operasi-operasinya hingga mengakibatkan meningkatnya taraf eskalasi kekerasan yang bergitu tinggi. Lebih dari seribu orang telah terbunuh sejak Inpres IV/2001 itu dikeluarkan, kebanyakan yang terbunuh itu adalah warga sipil. Walaupun korban di kalangan masyarakat sipil di Afghanistan juga telah meningkat akibat pemboman oleh AS, namun lebih banyak lagi warga sipil Aceh yang telah dibunuh akibat berlanjutannya kekerasan yang dilakukan terutamanya oleh angkatan bersenjata Indonesia, dalam usaha mereka menghapuskan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Carmel Budiardjo dari TAPOL berkata: 'Kami mendukung sepenuhnya usaha-usaha untuk mengakhiri pemboman atas Afghanistan, tetapi Indonesia seharusnya memberikan tauladan dengan menghentikan operasi militernya di Aceh. Hampir semua rakyat Aceh adalah ummat Islam yang taat dan akan melaksanakan ibadah puasa, bersama dengan berpuluh-puluh juta ummat Islam lainnya di seluruh Indonesia dalam bulan Ramadhan ini. Mereka juga berhak untuk bebas dari permusuhan di bulan yang suci bagi ummat Islam itu dan seterusnya'.

TAPOL menyeru agar supaya semua tentera non-organic ditarik dari Aceh, demi membuka jalan ke arah demiliterisasi agar supaya konflik yang berlanjutan itu dapat diselesaikan dengan cara damai.

Peperangan telah berlangsung di Aceh selama bertahun-tahun, yang telah mengakibatkan beribu-ribu orang terbunuh. Dalam masa dua belas tahun ribuan rakyat Aceh telah dibunuh atau dihilangkan, kaum perempuannya diperkosa dan kanak-kanak menjadi yatim.  Namun demikian, sejak zaman pemerintahan Suharto hingga sekarang, tiada satupun pemerintahan RI yang menunjukkan kemauan yang sungguh-sungguh untuk mengakhiri pertumpahan darah di Aceh. Dalam bulan Juni 2000, kedua belah pihak yang berseteru telah bersetuju untuk mengadakan satu masa "jeda kemanusiaan"  - istilah yang sekarang ingin digunakan oleh Jakarta untuk Afghanistan - tetapi taraf pembunuhan meningkat terus. Dalam bulan Januari tahun ini, kedua belah pihak telah bersetuju untuk mengadakan satu 'dialog politik' tetapi sebelum keputusan itu dapat dilaksanakan, para perunding GAM telah ditangkap oleh pihak RI, satu tindakan yang merupakan pelanggaran serius terhadap niat baik. Walaupun mereka yang ditangkao itu telah dilepaskan, tetapi mereka masih menghadapi tuduhan 'pengkhianatan' dan akan dihadapkan kedepan pengadilan, sementara kekerasan terus berlangsung tanpa reda sedikitpun.

Operasi-operasi militer yang sangat meluas juga sedang dijalankan di Papua Barat, wilayah diujung Timur Indonesia. TAPOL memperingatkan bahwa jika operasi-operasi militer ini tidak segera dihentikan, keadaan di sana bisa merebak kepada satu situasi peperangan seperti yang sekarang ujud di Aceh.

ENDS

Press archive

top